Maros, 14 Januari 2025 — Balai Besar Veteriner Maros melaksanakan pelayanan aktif di UPT Pelayanan Inseminasi Buatan dan Produksi Semen Pucak milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Kementerian Pertanian kepada pemerintah daerah melalui sinergi teknis dan pelayanan kesehatan hewan yang profesional.

Pelayanan aktif ini bertujuan mendukung pemenuhan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi unit produksi semen beku, sekaligus memastikan status kesehatan sapi dan kerbau pejantan unggul yang menjadi sumber bahan baku inseminasi buatan. UPT-PIBPS Pucak memiliki peran strategis dalam memproduksi dan mendistribusikan semen beku berkualitas guna menunjang program optimalisasi reproduksi dan peningkatan populasi ternak nasional.

Sebagai salah satu persyaratan SNI, sapi dan kerbau pejantan wajib dinyatakan bebas dari 14 jenis penyakit hewan. Oleh karena itu, BBV Maros menerjunkan tim teknis yang dipimpin oleh drh. Fatra untuk melakukan pemeriksaan langsung di lapangan. Pemeriksaan meliputi evaluasi kondisi kandang, pemeriksaan fisik ternak, serta pengambilan sampel biologis.

Dalam kegiatan tersebut, tim BBV Maros melakukan pengambilan sampel dari empat ekor sapi Bali, satu ekor sapi Simmental, satu ekor sapi Limousin, serta dua ekor kerbau Toraya. Seluruh sampel selanjutnya diuji di laboratorium BBV Maros menggunakan metode pengujian yang terstandar dan objektif. Hasil pengujian ini menjadi dasar penjaminan mutu sperma dan semen beku yang diproduksi oleh UPT-PIBPS Pucak.

Selain pelaksanaan pengujian laboratorium, tim BBV Maros juga memberikan rekomendasi teknis terkait pemeliharaan, manajemen kandang, serta langkah-langkah pencegahan penyakit kepada petugas UPT. Rekomendasi ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan guna menjaga status kesehatan ternak dan menjamin keberlanjutan produksi semen beku berkualitas.

Pelaksana Tugas Kepala UPT-PIBPS Pucak, Adrianus Mario, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan. “Pelayanan aktif dari BBV Maros sangat membantu kami, terutama dalam pemenuhan persyaratan SNI. Respons cepat dan pendampingan teknis yang diberikan menjadi nilai tambah bagi peningkatan kualitas layanan kami. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan unit pelaksana teknis daerah melalui berbagai bentuk kolaborasi, seperti pelayanan aktif, bimbingan teknis, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan meningkatnya kualitas layanan kesehatan hewan di daerah, diharapkan pengendalian penyakit hewan dapat berjalan optimal, status kesehatan ternak terjaga, serta ketersediaan bibit unggul dan produk asal hewan yang berkualitas bagi masyarakat dapat terus ditingkatkan.